Anak Hiperaktif Berkaitan dengan Kadar Zat Besi dalam Otak

Anak Hiperaktif Berkaitan dengan Kadar Zat Besi dalam Otak - Pada kesempatan kali ini, Female akan share mengenai Anak hiperaktif. Kebanyakan dari kalangan orang tua merasa kewalahan ketika anaknya sangat aktif (hiperaktif). Namun hal ini merupakan sebuah kewajaran, dimana pada usia itu sifat seorang anak ingin mengetahui segala sesuatu yang dilihatnya. Oleh karena itu pada postingan kali ini akan mengulas anak yang hiperaktif dengan judul Anak Hiperaktif Berkaitan dengan Kadar Zat Besi dalam Otak.

Metode Mendeteksi Otak Anak

Sebuah merode magnetic resonance imaging (MRI) baru dapat mendeteksi kadar zat besi yang rendah dalam otak anak-anak dengan gangguan attention deficit/hyperactivity (AD-HD). Metode ini dapat membantu dokter dan orang tua membuat keputusan yang lebih baik tentang obat.

Seorang peneliti postdoctoral di Universitas Kedokteran Carolina Selatan, Vitria Adisetiyo sebagaimana dilansir laman Health mengatakan, obat psikostimulan digunakan untuk mengobati ADHD mempengaruhi tingkat dopamine kimia otak. Karena zat besi dibutuhkan untuk melakukan proses dopamine, menggunakan MRI untuk menilai kadar zat besi di otak dapat memberikan non-invasif, ukuran tidak langsung dari bahan kimia. Lebih lanjut Vitria menjelaskan bahwa, jika temuan ini dikonfirmasi dalam studi yang lebih besar, teknik ini dapat membantu meningkatkan diagnosis dan pengobatan ADHD.

Metode ini mungkin memungkinkan peneliti untuk mengukur tingkat dopamine tanpa menyuntikkan pasien dengan zat yang meningkatkan pencitraan. Menurut American Psychiatric Association, gejala ADHD termasuk hiperaktif dan kesulitan untuk tetap focus, memperhatikan dan mengendalikan perilaku mempengaruhi tiga persen menjadi tujuh persen anak-anak usia sekolah.

Anak Hiperaktif Berkaitan dengan Kadar Zat Besi dalam Otak

Para peneliti menggunakan teknik yang disebut pencitraan MRI dengan korelasi medan magnet untuk mengukur kadar zat besi di otak. Dengan menguji 22 anak-anak dan remaja dengan ADHD dan kelompok lain dari 27 anak-anak dan remaja tanpa gangguan.

Hasil penelitian menunjukkan, 22 pasien ADHD yang tidak pernah diobati dengan obat psikostimulan seperti Ritalin memiliki kadar zat besi otak yang lebih rendah daripada mereka yang telah menerima obat dan mereka yang berada di kelompok control. Tingkat zat besi yang rendah pada pasien ADHD yang pernah mengkonsumsi obat perangsang muncul untuk menormalkan setelah mereka mengkonsumsi obat-obatan.

Para penulis penelitian mencatat bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan di otak tentang bagaimana kadar zat besi pasien yang terdeteksi melalui tes darah atau metode yang lebih konvensional untuk mengukur zat besi otak yang disebut tingkat relaksasi MRI.

Demikianlah sekilas uraian mengenai anak hiperaktif berkaitan dengan kadar zat besi dalam otak. Semoga dapat menambah wawasan kita dan tentunya dapat bermanfaat.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Anak Hiperaktif Berkaitan dengan Kadar Zat Besi dalam Otak"

Post a Comment